Selasa, 05 April 2011

Ngabsen Mayit

Malem Jum'at. Banyak orang yang memilih hari spesial ini untuk menyendiri di makam. Berdoa kepada Gusti Alloh. Merasakan kenikmatan di tengah sepi malam, dengan jari-jari yang terus memutar tasbih. Tak terkecuali Qilal...

Sekitar jam 1 malam lebih, ia datang bersama Qosim. Masih saudaranya. Keduanya termasuk orang yang kendel alias berani. Seringkali berziarah bersama-sama tengah malam di makam yang sepi...

Keduanya telah berjongkok berhadapan di depan makam leluhur mereka. Qosim mulai membaca tahlil, sementara Qilal hanya celingak-celinguk memandang ke segala penjuru makam. Qosim berhenti tahlilan sejenak, kemudian memperhatikan saudaranya itu...

Sadar diperhatikan, Qilal menjawab singkat, "Aku mau cari makam mbahku yang lain...."

Setelah berkata singkat, Qilal berdiri... kemudian mulai menyoroti nama di nisan makam satu persatu. Dari pojok kuburan satu ke pojok yang lain. Uniknya lagi, dia mengucapksn namanya keras-keras seperti guru yang mengabsen muridnya di kelas...

Jadilah malam itu, cahaya senter kecil melompat-lompat dari satu nisan ke nisan yang lain, diikuti suara menyebut-nyebut nama orang yang tak diketahui asalnya karena gelapnya malam... Qosim hanya bisa geleng-geleng kemudian melanjutkan tahlilannya...

Seseorang mendekati Qilal yang masih sibuk menyoroti nisan-nisan yang lain. Menepuk bahu Qilal kemudian berkata, "Stress... Mayit kok diabsen...". Qilal cuma bisa meringis... Ternyata Doel sudah lebih dulu ada disana sebelum ia dan Qosim datang....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar